Hari ini, aku ikut kelas Psikologi Abnormal. Kelasnya asyik hehehe. Kita ngebahas 2 gangguan mental, yaitu gangguan somatoform dan gangguan disosiatif. Cuman aku paling ngerti yang gangguan somatoform, kalo yang gangguan disosiatif cuman dengar dan fokus sama beberapa gangguan spesifik tertentu. Maklum ga konsentrasi full. Hehehe. Divided attention gitulah.
Gangguan somatoform dan gangguan disosiatif berkaitan dengan pengalaman yang stressful yang dimiliki seseorang.
Gangguan somatoform adalah gangguan psikologis yang muncul berupa keluhan-keluhan fisik. Keluhan-keluhan fisik tersebut tidak bisa dijelaskan secara medis atau fisiologis. Seseorang dapat merasa sakit fisiknya, tetapi ketika diperiksa, ternyata fisiknya berada dalam keadaan yang baik-baik saja. Menurut DSM-IV-TR, ada 7 kategori gangguan somatoform, tapi yang dibahas hanya 5. Nah, kelima kategori tersebut adalah sebagai berikut.
1. Gangguan Nyeri (Pain Disorder)
Orang bisa ngerasa ada nyeri di salah satu bagian tubuhnya, tapi setelah diperiksa ternyata tidak ada yang salah dengan bagian tubuh yang dikeluhkannya. Pasti muncul pertanyaan kalo kita dengar gangguan ini. Bagaimana cara kita membedakan antara gangguan nyeri somatoform sama gangguan nyeri yang emang bener-bener fisiknya ada gangguan?
Bedanya, kalau orang yang bener-bener nyeri karena fisiknya ada gangguan, orang tersebut bisa dengan cepat menjelaskan rasa nyeri atau sakitnya seperti apa (misalnya nyut-nyut, ketarik-tarik, ketusuk-tusuk), rasa nyeri atau sakitnya di mana letaknya, efek nyerinya sampe kerasa di bagian tubuh mana aja. Sedangkan yang gangguan nyeri somatoform, orang yang mengalaminya tidak bisa secara spesifik menunjukkan letak sakitnya di mana, tidak begitu jelas. Dia cuman bisa bilang, duh nyeri-nyeri di tubuh aku, sakit rasanya.
2. Gangguan Dismorfik Tubuh (Body Dysmorphic Disorder)
Orang bisa dikuasai kekhawatiran, ketakutan kalau tubuhnya itu ga sempurna, penampian ga menarik, dsb. Orang yang mengalami gangguan ini bisa bercermin secara kompulsif. Jadi, kalau menurut g sih, orang mengalami gangguan dismorfik tubuh ini mengalami juga gangguan anxietas yang namanya OCD. Tau donk ya, OCD (Obsessive Compulsive Disorder), perilaku berulang-ulang yang dilakukan seseorang karena adanya 1 konsep atau informasi yang melekat pada kognitif seseorang. Yang membuat orang dapat mengalami gangguan dismorfik tubuh ini adalah faktor sosial dan budaya. Kok bisa? Bisa saja di lingkungan tempat tinggal A, sosok gadis yang ideal adalah yang tubuhnya langsing, tidak berjerawat, dsb. Sedangkan A memiliki tubuh yang gemuk dan agak berjerawat (tidak parah). Konsep gadis ideal di lingkungan sosialnya dapat membuatnya terdorong untuk terus memperbaharui penampilannya seperti yang diharapkan. Gangguan dismorfik tubuh ini biasanya rawan terjadi pada masa remaja akhir atau dewasa awal. Mengapa? Karena di masa-masa ini, kita biasanya sudah mulai mencoba berusaha menarik perhatian lawan jenis di sekitar kita. Jadi, maunya looks perfect in front of the public.
3. Hipokondriasis (Hypochondriasis)
Kalau gangguan yang ini, ketika kita ada mengalami gatal-gatal biasa, kita bisa langsung panik, wah jangan-jangan kanker kulit ni. Padahal gatal biasa, mungkin karena digigit serangga atau sejenisnya. Gangguan yang ketiga ini, orang suka melebih-lebihkan sesuatu. Salah interpretasi berupa interpretasi yang katastropik (penyakit biasa dibuat jadi penyakit yang ekstrem, sok heboh gitu deh)
4. Gangguan Konversis (Conversion Disorder)
Gangguan ini yang dulunya disebut dengan "HISTERIA", pernah dengar kan istilah ini pastinya, gangguan ini berupa serangan tiba-tiba yang dialami seseorang yang mengakibatkan gangguan pada sensorik atau motorik seseorang. Bisa saja seseorang lumpuh tiba-tiba, buta tiba-tiba, gerakan, atau bicara menjadi kaku. Ada istilah-istilahnya, tapi tidak semua g inget, paling kalo buta tunnel vision, kalo gangguan bicara namanya aphonia, yang lain ga inget. Kok bisa ya tiba-tiba orang tu bisa lumpuh, buta, tuli, dsb.......? G juga bingung, tapi setelah dijelasin sama Bu Naomi, mulai ngerti dikit, tapi tetep bingung kok bisa ya. Nah, kalo dilihat gangguan ini dari sudut pandang psikoanalisa atau psikodinamika, katanya energi yang berasal dari alam bawah sadar kita menolak keadaan yang ada di alam sadar kita. Misalnya, ketika kita ditugaskan untuk bertugas ke daerah perang penuh dengan konflik, kita sebagai tentara yang sudah berikrar untuk setia membela negara, siap tidak siap, mau tidak mau harus mengatakan "Ya, saya siap!". Alam sadar mengatakan, bahwa saya siap, tapi ternyata di alam bawah sadar kita dikuasai oleh rasa takut akan menghadapi situasi peperangan di tempat tersebut. Maka, konflik antara alam sadar dan alam bawah sadar dapat mengimplikasi kondisi fisik kita, tiba-tiba saja kaku tidak bergerak. Hal ini tidak disengaja dan tidak bisa dijelaskan secara medis atau fisiologis.
Kriteria DSM-IV-TR untuk Gangguan Konversi:
1. Satu simtom/lebih berpengaruh terhadap fungsi sensorik dan motorik, serta mengindikasikan kondisi neurologis/medis
2. Simtom mempunyai kaitan dengan konflik atau stres
3. Simtom tidak terjadi dengan sengaja dan tidak dapat dijelaskan secara medis
5. Gangguan Somatisasi
Istilah awal adalah Briquet Syndrome. Kriteria DSM-IV-TR adalah sebagai berikut.
1. Terdapat riwayat banyak keluhan fisik (Macam-macam tempat sakitnya, berpindah-pindah daerah keluhan fisiknya)
2. 4 simtom rasa sakit (kepala, perut, tangan, kaki)+ 2 simtom gastrointestinal (e.g. diare, mual) + 1 simtom seksual (disfungsi ereksi, hilang minat berhubungan seksual) + 1 simtom pseudoneurologis (migran, saraf terganggu)
3. Simtom-simtom tidak disebabkan oleh kondisi medis
Orang yang mengalami gangguan somatisasi ini menyebutkan daerah sakitnya, sekarang di jantung, besok di kepala, bisa juga alat kelaminnya sakit, dsb. Tempat keluhan fisiknya tidak hanya satu saja dan sebenarnya tidak sakit.
Ada tambahan yang dapat digolongkan ke dalam gangguan somatoform ini. Mau tau?
1. Malingering
Orang pura-pura sakit hanya untuk menghindari tanggung jawab. Contoh yang sangat simpel, besok ada ujian, tiba si A bilang perutnya sakit supaya bisa ikut ujian susulan pada hari berikutnya.
2. Gangguan Buatan (Factiocious Disorder)
Orang pura-pura sakit juga, bilang sakit di sini di sana, ada-ada saja. Bedanya, gangguan yang ini jauh lebih sadis, dalam artian, orang rela melukai dirinya sendiri, supaya memang jelas bahwa dia tu lagi sakit, lagi ada luka. Tujuannya bisa jadi kalo orang yang mengalami gangguan ini adalah mencari perhatian.
Secara umum, gangguan somatoform ini dapat terjadi karena ingin mencari perhatian karena adanya sakit yang dirasakan.
Itu adalah sekilas tentang gangguan somatoform. For further information or you want to know more detail about this disorder, just read Abnormal Psychology Handbook.
Tuesday, March 10, 2009
Saturday, March 7, 2009
30 Days With Sweety
Pada tanggal 06 Maret 2009 sekitar pukul 07.10 WITA, Sweety pergi keluar rumah melewati kolong pagar rumahku yang tepatnya terletak di Jalan Fransiscus Dotulong No. 138, Bitung, Sulawesi Utara. Aku yang berada di Jakarta, saat sedang bersiap-siap ke kampus, menerima telepon dari ayahku bahwa Sweety telah hilang. Jujur saja waktu yang kulewati bersama Sweety sangatlah singkat, hanya sebulan. Namun, kenangan yang terbangun dalam 30 hari itu sungguh-sungguh amat sangat bermakna bagiku. Sweety setiap hari terus menemaniku melakukan segala aktivitas.
Setiap kali aku membuka mata di pagi hari, setelah mengucap syukur pada Tuhan, hal berikut yang kulakukan adalah menuju ke rumahku bagian belakang, tepatnya tempat di mana kandang anjingku diletakkan. Ia sangat riang apabila mendengar langkah aku dan adikku yang semakin mendekat. Ia terus menggonggong ketika kami semakin mendekat dan melepaskan talinya. Jika aku belum bangun, maka adikku yang akan melepasnya dan membiarkannya lari ke kamarku. Ia tahu dengan jelas titik-titik tempat aku dan adikku selalu berada, yaitu kamar ayah dan ibuku. Sweety adalah anjing kecil lucu, polos, lugu, tapi termasuk cukup cerdas.
Setelah kami bermain sebentar sebelum adikku berangkat ke sekolah, aku bersiap-siap untuk mandi dan tahukah apa yang kulakukan? Setiap kali aku mandi entah itu pagi ataupun sore, aku selalu mengajaknya masuk ke dalam kamar mandi. Ya, iya menemaniku menikmati air yang mengalir, walaupun sebenarnya ia tidak suka air. Ia termasuk anjing yang tidak menyukai cuaca yang dingin, air yang dingin, Sweety adalah anjing yang berbulu tipis, tidak tebal, ia menyukai kehangatan. Setiap sore aku mandi bersama adikku, dan juga tidak lupa mengajaknya. Kami selalu bercanda, bermain-main dengannya. Ternyata dari situ, aku sadar bahwa ia cenderung lebih memilihku dibandingkan adikku. Adikku selalu sekolah, dan aku selalu di rumah dari pagi hingga menjelang malam, begitu seterusnya. Jadi, Sweety otomatis lebih banyak menghabiskan waktu bermain bersamaku. Ia anjing yang manja, ia mau makan bila ditemani, dan bahkan disuap. Aku sering menyuapinya makanannya, setiap dua minggu sekali aku selalu memandikannya, mengusapnya, menyisir bulunya yang sebenarnya tidak perlu disisir juga tidak apa-apa.
Setiap aku tidur siang, setiap aku nonton, setiap aku bermain komputer, Sweety selalu di sampingku. Ketika aku tertidur di atas tempat tidur Ayah dan Ibuku, ia akan pelan-pelan masuk ke bawah kolong tempat tidur. Ia senang dengan namanya kehangatan dan keempukan. Ia senang sekali kalau ia diajak tidur di sofa, ia akan tidur dengan nyaman di dekatku. Sesekali ia menaruh kepalanya di pahaku dan tertidur pulas. Aku cukup sering menaruhnya di pahaku dan kami nonton, tidur, atau berkomputer bersama. Ketika bersentuhan dengan Sweety, sungguh terasa hangat, panas sekali. Tubuhnya yang berdarah panas membuatku juga ikut-ikutan panas.
Setiap sore, jika di rumah sudah sepi, maka aku, adikku, dan Sweety, kami bertiga berlari-larian di taman rumah kami. Ia begitu riang, telinganya yang berdiri semakin tegang, dan lidahnya terjulur panjang mengikuti langkah kaki kami berdua yang lebih dulu berlari. Ia paling senang jika kami memerintahkan "Sweety, Go!", maka ia akan berlari melesat ke arah yang kami tunjukkan tadi.
Setiap kami sekeluarga pergi, terutama aku dan adikku ia terlihat begitu sedih dan sering menggonggong dengan wajah yang murung. Setiap kami pulang, begitu mendengan bunyi klakson mobil Grand Livina kami, beep beep, maka ia tahu kami sudah pulang. Ia langsung menggoyang-goyangkan ekornya dengan kencang sehingga menciptkan angin yang cukup sejuk untuk menghilangkan kepanasan seseorang, lidahnya menjulur dengan lancarnya ke depan, dan melompat-lompat kegirangan untuk diajak bermain.
Banyak sekali kenangan kami dengan Sweety, dari bangun pagi kami sudah bersama, hingga aku bekerja membantu pekerjaan kantor, seperti membayar gaji karyawan, ia tidak pernah jauh dariku sama sekali. Talinya selalu berada dalam genggamanku, tidak pernah kubiarkan dia jauh dariku, kecuali malam hari, saatnya kita tidur di tempat masing-masing. Semua orang tahu, bahwa aku adalah orang yang paling dekat dengannya selama aku pulang ke kampungku di Bitung, 30 hari penuh aku bersamanya. Sempat meninggalkannya selama tiga hari, aku menangis ketika mengingat Mini Pinscherku tercantik. Sehari sebelum aku berangkat ke Jakarta, aku menangis lagi mengingat bahwa aku akan meninggalkan ayah, ibu, adik, dan anjingku untuk kembali ke Jakarta dan mengikuti kuliah seperti biasa dan kembali lagi ke kampung setelah empat bulan berikut. Namun sayangnya, Sweetyku tersayang harus pergi jalan-jalan ke luar rumah tanpa sepengetahuan kami. Semoga Sweety masih berjodoh dengan kami. Tuhan, biarkanlah Sweety kembali kepada kami. Aku dan Adikku sungguh-sungguh merindukan saat-saat bersamanya, memeluknya, berlari, dan menggelitik perutnya seperti yang selalu kami lakukan padanya selama ini. Sweety, come back to us soon, we love you so much. Aku tetap berharap bahwa Sweety akan kembali ke rumah kami sesegera mungkin dalam keadaan baik-baik saja. Sweety, come home soon, we miss you so much.
Setiap kali aku membuka mata di pagi hari, setelah mengucap syukur pada Tuhan, hal berikut yang kulakukan adalah menuju ke rumahku bagian belakang, tepatnya tempat di mana kandang anjingku diletakkan. Ia sangat riang apabila mendengar langkah aku dan adikku yang semakin mendekat. Ia terus menggonggong ketika kami semakin mendekat dan melepaskan talinya. Jika aku belum bangun, maka adikku yang akan melepasnya dan membiarkannya lari ke kamarku. Ia tahu dengan jelas titik-titik tempat aku dan adikku selalu berada, yaitu kamar ayah dan ibuku. Sweety adalah anjing kecil lucu, polos, lugu, tapi termasuk cukup cerdas.
Setelah kami bermain sebentar sebelum adikku berangkat ke sekolah, aku bersiap-siap untuk mandi dan tahukah apa yang kulakukan? Setiap kali aku mandi entah itu pagi ataupun sore, aku selalu mengajaknya masuk ke dalam kamar mandi. Ya, iya menemaniku menikmati air yang mengalir, walaupun sebenarnya ia tidak suka air. Ia termasuk anjing yang tidak menyukai cuaca yang dingin, air yang dingin, Sweety adalah anjing yang berbulu tipis, tidak tebal, ia menyukai kehangatan. Setiap sore aku mandi bersama adikku, dan juga tidak lupa mengajaknya. Kami selalu bercanda, bermain-main dengannya. Ternyata dari situ, aku sadar bahwa ia cenderung lebih memilihku dibandingkan adikku. Adikku selalu sekolah, dan aku selalu di rumah dari pagi hingga menjelang malam, begitu seterusnya. Jadi, Sweety otomatis lebih banyak menghabiskan waktu bermain bersamaku. Ia anjing yang manja, ia mau makan bila ditemani, dan bahkan disuap. Aku sering menyuapinya makanannya, setiap dua minggu sekali aku selalu memandikannya, mengusapnya, menyisir bulunya yang sebenarnya tidak perlu disisir juga tidak apa-apa.
Setiap aku tidur siang, setiap aku nonton, setiap aku bermain komputer, Sweety selalu di sampingku. Ketika aku tertidur di atas tempat tidur Ayah dan Ibuku, ia akan pelan-pelan masuk ke bawah kolong tempat tidur. Ia senang dengan namanya kehangatan dan keempukan. Ia senang sekali kalau ia diajak tidur di sofa, ia akan tidur dengan nyaman di dekatku. Sesekali ia menaruh kepalanya di pahaku dan tertidur pulas. Aku cukup sering menaruhnya di pahaku dan kami nonton, tidur, atau berkomputer bersama. Ketika bersentuhan dengan Sweety, sungguh terasa hangat, panas sekali. Tubuhnya yang berdarah panas membuatku juga ikut-ikutan panas.
Setiap sore, jika di rumah sudah sepi, maka aku, adikku, dan Sweety, kami bertiga berlari-larian di taman rumah kami. Ia begitu riang, telinganya yang berdiri semakin tegang, dan lidahnya terjulur panjang mengikuti langkah kaki kami berdua yang lebih dulu berlari. Ia paling senang jika kami memerintahkan "Sweety, Go!", maka ia akan berlari melesat ke arah yang kami tunjukkan tadi.
Setiap kami sekeluarga pergi, terutama aku dan adikku ia terlihat begitu sedih dan sering menggonggong dengan wajah yang murung. Setiap kami pulang, begitu mendengan bunyi klakson mobil Grand Livina kami, beep beep, maka ia tahu kami sudah pulang. Ia langsung menggoyang-goyangkan ekornya dengan kencang sehingga menciptkan angin yang cukup sejuk untuk menghilangkan kepanasan seseorang, lidahnya menjulur dengan lancarnya ke depan, dan melompat-lompat kegirangan untuk diajak bermain.
Banyak sekali kenangan kami dengan Sweety, dari bangun pagi kami sudah bersama, hingga aku bekerja membantu pekerjaan kantor, seperti membayar gaji karyawan, ia tidak pernah jauh dariku sama sekali. Talinya selalu berada dalam genggamanku, tidak pernah kubiarkan dia jauh dariku, kecuali malam hari, saatnya kita tidur di tempat masing-masing. Semua orang tahu, bahwa aku adalah orang yang paling dekat dengannya selama aku pulang ke kampungku di Bitung, 30 hari penuh aku bersamanya. Sempat meninggalkannya selama tiga hari, aku menangis ketika mengingat Mini Pinscherku tercantik. Sehari sebelum aku berangkat ke Jakarta, aku menangis lagi mengingat bahwa aku akan meninggalkan ayah, ibu, adik, dan anjingku untuk kembali ke Jakarta dan mengikuti kuliah seperti biasa dan kembali lagi ke kampung setelah empat bulan berikut. Namun sayangnya, Sweetyku tersayang harus pergi jalan-jalan ke luar rumah tanpa sepengetahuan kami. Semoga Sweety masih berjodoh dengan kami. Tuhan, biarkanlah Sweety kembali kepada kami. Aku dan Adikku sungguh-sungguh merindukan saat-saat bersamanya, memeluknya, berlari, dan menggelitik perutnya seperti yang selalu kami lakukan padanya selama ini. Sweety, come back to us soon, we love you so much. Aku tetap berharap bahwa Sweety akan kembali ke rumah kami sesegera mungkin dalam keadaan baik-baik saja. Sweety, come home soon, we miss you so much.
Subscribe to:
Posts (Atom)
